Sirquit – Pada dasarnya, sistem transmisi dalam kendaraan adalah komponen yang perlu kalian perhatikan. Teknologi ini berperan sebagai penghubung antara mesin dengan roda penggerak, yaitu yang mengatur perpindahan tenaga dan torsi dengan sangat presisi.

Jadi, transmisi ini berfungsi untuk mengubah momen puntir dan kecepatan putaran mesin menjadi momen puntir dan kecepatan putaran yang sesuai dengan kebutuhan roda. Tanpa transmisi, kendaraan tidak akan bisa bergerak.

Sistem transmisi bekerja dengan cara mengubah momen puntir dan kecepatan putaran mesin menjadi momen puntir dan kecepatan putaran yang sesuai dengan kebutuhan roda.

Jadi saat kendaraan start, transmisi akan mengubah momen puntir dan kecepatan putaran mesin menjadi momen puntir dan kecepatan putaran yang rendah. Lalu bagaimana dengan sistem transmisi otomatis? Berikut penjelasannya.

Pengertian Transmisi Otomatis

Pengertian Transmisi Otomatis

Sumber: canva.com

Transmisi otomatis adalah jenis sistem transmisi pada kendaraan yang secara otomatis mengatur perpindahan gigi tanpa intervensi pengemudi. Dalam hal ini, pengemudi tidak perlu melakukan pergeseran gigi secara manual seperti pada transmisi manual.

Fungsi utama transmisi otomatis adalah untuk memastikan mesin beroperasi dalam rentang torsi dan kecepatan yang optimal, sehingga memberikan performa yang baik, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan berkendara.

Teknologi ini memiliki beberapa mode atau pilihan, seperti “Drive” (D), “Neutral” (N), dan “Reverse” (R), yang memungkinkan pengemudi memilih perpindahan gigi yang sesuai dengan kebutuhan saat berkendara.

Selain itu, alat ini juga dapat dilengkapi dengan mode-mode khusus seperti “Sport” untuk performa lebih responsif, “Eco” untuk mengoptimalkan efisiensi bahan bakar, dan “Manual” untuk memberikan kontrol lebih langsung kepada pengemudi dalam memilih gigi secara manual.

Cara Kerja Transmisi Otomatis

Cara kerja transmisi otomatis melibatkan serangkaian komponen dan teknologi yang bekerja sama untuk mengatur perpindahan gigi secara otomatis sesuai dengan kondisi berkendara.

Berikut adalah langkah-langkah umum tentang bagaimana alat ini bekerja:

1. Torque Converter atau Kopling Otomatis

Saat mesin dihidupkan, torsi dihasilkan dan diteruskan melalui torque converter (atau kopling otomatis pada beberapa jenis transmisi).

Torque converter mengubah torsi mesin menjadi gerakan rotasi pada poros transmisi.

2. Deteksi Kondisi Kendaraan

Sistem transmisi otomatis menggunakan sensor untuk mengukur parameter seperti kecepatan kendaraan, putaran mesin, tekanan gas, dan suhu.

Oleh karena itu, informasi ini sangat berguna untuk menentukan gigi yang tepat untuk kondisi tertentu.

3. Kontrol Elektronik

Berdasarkan data yang sensor terima, unit kendali elektronik (ECU) atau komputer transmisi menghitung perubahan gigi yang diperlukan.

ECU juga dapat mempertimbangkan mode berkendara yang pengemudi pilih, seperti “Drive”“Sport” atau “Eco”.

4. Perubahan Gigi

Ketika sistem mendeteksi perluasan gigi yang diperlukan (misalnya, saat akselerasi), katup solenoid dalam transmisi mengalirkan minyak transmisi ke dalam komponen yang mengontrol perpindahan gigi.

Ini bisa berupa planetary gear set atau sistem lain tergantung pada jenis transmisi.

5. Perpindahan Gigi

Komponen internal dalam transmisi, seperti planetary gear set, bekerja untuk mengatur perpindahan gigi dengan menghubungkan roda gigi yang sesuai.

Jadi ini dapat mengubah perbandingan gigi yang mengatur hubungan antara torsi mesin dan kecepatan kendaraan.

6. Pengendalian Torque

Selama perpindahan gigi, torque converter atau sistem kopling otomatis membantu menyesuaikan torsi agar tetap lancar dan menghindari hentakan atau getaran yang tidak diinginkan.

7. Siklus Berulang

Selama kendaraan bergerak dan pengemudi mengubah kecepatan atau akselerasi, proses ini terus berulang dengan cepat, memungkinkan kendaraan untuk berpindah gigi secara otomatis sesuai dengan kondisi.

Dengan langkah-langkah ini, transmisi otomatis mampu mengatur perpindahan gigi dengan presisi dan kecepatan yang tepat, memberikan pengalaman berkendara yang lancar dan efisien.

Keuntungan Transmisi Otomatis

Transmisi otomatis memiliki sejumlah keuntungan yang membuatnya populer di kalangan pengendara kendaraan bermotor.

Berikut adalah beberapa keuntungan utama dari penggunaannya:

1. Kemudahan Penggunaan

Teknologi ini menghilangkan kebutuhan untuk mengoperasikan kopling secara manual dan menggeser gigi dengan tangan, yang membuatnya lebih mudah untuk dikemudikan terutama oleh pengemudi yang tidak terbiasa dengan transmisi manual.

Hal ini juga membuatnya cocok untuk kondisi lalu lintas perkotaan yang sering memerlukan perubahan gigi yang sering.

2. Kenyamanan Berkendara

Kenyamanan berkendara menjadi lebih baik dengan transmisi otomatis, terutama saat berkendara dalam lalu lintas padat atau dalam perjalanan jarak jauh.

Dalam hal ini, pengemudi tidak perlu terus-menerus menginjak kopling atau menggeser gigi, sehingga mengurangi kelelahan saat berkendara.

3. Performa yang Lebih Baik

Beberapa jenisnya, seperti transmisi dual-clutch atau transmisi otomatis berkecepatan tinggi, dapat memberikan akselerasi yang lebih cepat dan responsif dibandingkan dengan transmisi manual.

Hal ini membuat kendaraan merespons dengan baik dalam situasi akselerasi yang diperlukan.

4. Mode Berkendara yang Beragam

Transmisi otomatis memiliki mode-mode khusus seperti “Sport” untuk performa lebih responsif, “Eco” untuk mengoptimalkan efisiensi bahan bakar, dan “Manual” untuk memberikan kontrol lebih langsung kepada pengemudi dalam memilih gigi secara manual.

5. Efisiensi Bahan Bakar yang Meningkat

Beberapa jenis transmisi otomatis modern, seperti continuously variable transmission (CVT), dapat memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan dengan transmisi manual.

Ini disebabkan oleh kemampuan untuk memilih perbandingan gigi yang optimal untuk kondisi berkendara.

6. Perlindungan Mesin

Transmisi otomatis membantu melindungi mesin dengan mengatur perpindahan gigi secara otomatis.

Ini dapat menghindari perpindahan gigi yang tidak tepat atau revving mesin terlalu tinggi yang dapat merusak komponen mesin.

7. Mudah Dikemudikan oleh Semua Pengemudi

Transmisi otomatis sangat cocok untuk pengendara pemula atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik, seperti masalah dengan kaki atau tangan.

Ini memungkinkan lebih banyak orang untuk menikmati berkendara.

Jenis-jenis Transmisi Otomatis

Jenis Transmisi Otomatis Torque Converter Automatic Transmission

Sumber: canva.com

Ada beberapa jenis transmisi otomatis yang digunakan dalam kendaraan modern. Setiap jenis memiliki cara kerja dan karakteristik yang berbeda.

Berikut adalah beberapa jenis yang paling umum:

1. Torque Converter Automatic Transmission

Transmisi otomatis dengan torque converter adalah yang paling umum digunakan.

Torque converter adalah komponen yang menggunakan cairan untuk mentransmisikan tenaga antara mesin dan transmisi.

Transmisi ini memiliki perpindahan gigi otomatis yang lancar dan responsif, cocok untuk berbagai jenis kendaraan.

Torque converter transmission memberikan akselerasi yang baik dan nyaman dalam berkendara sehari-hari.

2. Dual-Clutch Transmission (DCT)

DCT adalah jenis transmisi otomatis yang memiliki dua kopling terpisah untuk gigi-gigi genap dan ganjil.

Jadi, gigi berikutnya dapat disiapkan di dalam kopling yang tidak aktif,  kemudian menghasilkan perpindahan gigi yang sangat cepat dan responsif, hampir sama dengan transmisi manual.

Hal ini memberikan pengalaman berkendara yang sporty dan performa akselerasi yang sangat baik.

3. Continuously Variable Transmission (CVT)

CVT adalah jenis transmisi otomatis yang tidak memiliki gigi tetap seperti transmisi konvensional.

Sebagai gantinya, CVT memiliki sabuk atau rantai yang terhubung ke puli yang dapat bergerak secara terus-menerus untuk memberikan perbandingan gigi yang variabel dan halus.

CVT memberikan akselerasi yang lancar dan efisiensi bahan bakar yang tinggi.

4. Automated Manual Transmission (AMT)

AMT adalah campuran antara transmisi manual dan otomatis. Meskipun menggunakan kopling otomatis dan kontrol elektronik untuk mengatur perpindahan gigi, perpindahan gigi dalam AMT masih terasa seperti perpindahan gigi manual yang dapat terasa agak kasar pada beberapa model.

AMT sering kali digunakan pada kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau.

5. Single-Speed Transmission

Beberapa kendaraan listrik menggunakan single-speed transmission atau transmisi satu percepatan. Ini adalah jenis transmisi otomatis sederhana yang hanya memiliki satu gigi tetap.

Dalam kendaraan listrik, single-speed transmission sering digunakan karena torsi yang besar dan karakteristik akselerasi yang unik dari motor listrik.

Jadi, setiap jenis transmisi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan pilihan tergantung pada preferensi berkendara dan jenis kendaraan.

Pemilihan transmisi yang sesuai dapat memengaruhi performa, efisiensi bahan bakar, dan pengalaman berkendara secara keseluruhan.

Artikel Terkait: Cara Kerja Turbocharger Pada Mesin Kendaraan

Perawatan dan Kendala Transmisi Otomatis

Transmisi otomatis adalah komponen penting dalam kendaraan yang berfungsi untuk mengubah tenaga dari mesin menjadi gerak yang dapat menggerakkan roda.

Jadi, alat ini perlu dirawat secara rutin agar dapat bekerja dengan baik. Jika alat ini mengalami masalah, maka perlu segera diperbaiki oleh bengkel yang terpercaya.

Perbaikan yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan yang lebih serius dan dapat membuat transmisi tidak dapat digunakan kembali.

1. Perawatan

  • Pergantian Oli: Rutin mengganti oli transmisi adalah salah satu perawatan penting. Oli yang bersih dan segar membantu menjaga kinerja transmisi dan mencegah gesekan berlebihan yang dapat menyebabkan keausan.
  • Periksa Level Oli: Selalu periksa level oli transmisi secara berkala. Dalam hal ini, pastikan levelnya berada dalam kisaran yang direkomendasikan oleh produsen.
  • Perawatan Cooling System: Sistem pendingin transmisi harus berfungsi dengan baik untuk mencegah panas berlebih yang dapat merusak transmisi. Pastikan radiator dan pendingin transmisi bekerja dengan baik.
  • Pemeliharaan Filter: Filter transmisi harus diperiksa dan dibersihkan atau diganti sesuai rekomendasi produsen. Filter yang kotor dapat mengganggu aliran cairan dan menyebabkan masalah dalam transmisi.
  • Periksa Selang dan Konektor: Periksa selang dan konektor transmisi secara berkala untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan.

2. Kendala

  • Slipping Transmission: Ketika transmisi terasa tergelincir antara gigi tanpa perpindahan yang tepat, penyebab ini bisa karena keausan kopling atau masalah pada komponen lain. Jadi, sebaiknya periksakan segera untuk penanganan lebih lanjut.
  • Jerking atau Hentakan: Jerking saat perpindahan gigi bisa jadi tanda katup solenoid yang bermasalah atau masalah pada kopling. Pemeriksaan dan perbaikan diperlukan.
  • Overheating: Transmisi yang terlalu panas dapat mengakibatkan kerusakan serius. Jadi, pemeriksaan pendingin transmisi dan perbaikan sistem pendinginan diperlukan.
  • Warning Lights: Jika lampu peringatan transmisi menyala pada panel instrumen, itu menunjukkan adanya masalah. Segera periksakan ke bengkel untuk mendiagnosis masalahnya.
  • Fluid Leaks: Kebocoran cairan transmisi harus segera mendapat perbaikan. Kebocoran dapat mengakibatkan penurunan level oli yang berdampak pada kinerja transmisi.
  • Delayed Engagement: Jika transmisi memiliki penundaan saat beralih dari “Park” ke “Drive” atau “Reverse”, ini bisa mengindikasikan masalah pada torque converter atau sistem hidrolik.

Jika kalian menghadapi masalah dengan transmisi otomatis, ada baiknya segera konsultasikan dengan teknisi atau mekanik yang berpengalaman.

Perbaikan transmisi sering kali memerlukan pengetahuan khusus dan alat yang tepat. Nah, dengan menghindari masalah dengan perawatan rutin, ini adalah salah satu kunci untuk menjaga transmisi berfungsi dengan baik dan tahan lama.

Kesimpulan

Dalam dunia otomotif, transmisi otomatis menjadi solusi yang memberikan kenyamanan dan performa unggul bagi pengemudi. Dari menghilangkan kerumitan pergeseran gigi manual hingga memberikan mode berkendara yang beragam.

Keuntungan seperti kemudahan penggunaan, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar membuatnya menjadi pilihan yang populer.

Namun, pemahaman mengenai jenis transmisi, perawatan yang tepat, dan tanda-tanda kendala penting untuk memastikan pengalaman berkendara yang lancar dan tahan lama.

Oleh karena itu, transmisi otomatis akan terus menjadi bagian penting dari evolusi kendaraan modern yang memberikan performa yang lebih baik dan kenyamanan bagi pengemudi.