Sirquit – Sebagai pengguna kendaraan, kita pasti tahu jika fungsi radiator adalah sebagai sistem pendingin mesin. Apabila air di dalam radiator kering, dan suhu mesin sangat panas, dapat menyebabkan overheat.

Namun, jika kita lupa mengecek kendaraan sebelum berpergian jauh, kemudian air radiator tiba-tiba habis di tengah perjalanan, apakah boleh air radiator diisi dengan air AC?

Jawabannya tentu tidak boleh. Karena cairan yang khusus untuk mengisi radiator, memiliki kandungan yang berbeda dari cairan lainnya. Jika air radiator diganti dengan air AC atau air kemasan lainnya, maka dapat menyebabkan korosi pada komponen pendingin tersebut.

Bagaimana dampak yang akan terjadi jika air radiator habis dan diisi dengan air AC?

7 Dampak Buruk Mengisi Radiator dengan Air AC

Ilustrasi Dampak Buruk Mengisi Radiator dengan Air AC

Ilustrasi Dampak Buruk Mengisi Radiator dengan Air AC (Sumber gambar: canva.com)

Mengisi radiator dengan air AC mungkin tampak seperti solusi praktis saat darurat. Namun, kebiasaan ini dapat membawa dampak buruk bagi kendaraan Anda.

Berikut adalah 7 dampak buruk mengisi radiator dengan air AC:

1. Karat dan Korosi

Air AC memiliki kandungan mineral yang dapat menyebabkan karat dan korosi pada bagian internal radiator. Hal ini dapat menyumbat aliran air dan menyebabkan overheating.

2. Penurunan Titik Didih

Air AC memiliki titik didih yang lebih rendah dibandingkan coolant radiator. Jadi, dapat meningkatkan risiko overheating, terutama saat cuaca panas atau saat mesin bekerja keras.

3. Kerusakan Pompa Air

Mineral yang terdapat pada kandungan air AC dapat merusak pompa air radiator. Hal ini dapat menyebabkan pompa air bocor atau macet, sehingga mengganggu sirkulasi air di dalam radiator.

4. Kerusakan Thermostat

Karena tidak cocok, air AC dapat menyebabkan thermostat radiator tidak berfungsi dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada mesin atau temperatur mesin tidak terkontrol.

5. Kerusakan Water Jacket

Air AC yang mengandung mineral dapat menyebabkan water jacket, yaitu saluran air di sekitar mesin, menjadi tersumbat. Hal ini dapat menyebabkan overheating dan kerusakan mesin.

6. Pembekuan pada Musim Dingin

Jika sedang musim dingin, atau di daerah dengan temperatur rendah, air AC dapat membeku. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan radiator dan mesin.

7. Campuran yang Berbahaya

Air AC dan coolant radiator memiliki kandungan yang berbeda. Mencampurkan keduanya dapat menghasilkan reaksi kimia yang berbahaya dan merusak sistem pendingin mobil.

Baca Juga: Faktor Penyebab Air Radiator Berkurang dan Cepat Habis

Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menggunakan coolant radiator khusus untuk mengisi radiator kendaraan Anda.

Jadi, jangan malas untuk membeli air radiator cadangan ya! Dan juga hindari mengisi radiator dengan air AC, meskipun hanya untuk sementara waktu.