Sirquit – Autonomous Emergency Braking (AEB) adalah teknologi keselamatan yang dapat membantu mencegah tabrakan dengan cara otomatis mengerem mobil jika mendeteksi potensi tabrakan.

AEB menggunakan sensor radar dan kamera untuk mendeteksi objek di depan mobil, dan kemudian menggunakan pengereman untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan mobil sebelum terjadi tabrakan.

Teknologi ini telah terbukti sangat efektif dalam mengurangi tabrakan. Sebuah studi oleh Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) menemukan bahwa AEB dapat mengurangi tabrakan depan dengan kendaraan lain hingga 50%, dan tabrakan dengan pejalan kaki hingga 70%.

Jika kalian ingin mencari mobil baru, penting untuk mempertimbangkan mobil yang dilengkapi dengan sistem keamanan yang tinggi.

Apa Itu Autonomous Emergency Braking (AEB)?

Teknologi Autonomous Emergency Braking (AEB) adalah sistem keamanan otomotif yang dirancang untuk mendeteksi potensi tabrakan dengan kendaraan atau objek di depan. Jadi, alat ini akan secara otomatis melakukan pengereman darurat jika pengemudi tidak bereaksi dengan cukup cepat.

AEB menggunakan sensor seperti radar, kamera atau kombinasi keduanya untuk memantau lingkungan sekitar kendaraan. Bagaimana cara kerja dasarnya? Yaitu melibatkan proses pemantauan terhadap pergerakan kendaraan di depan menggunakan sensor.

Ketika sistem mendeteksi risiko tabrakan yang mendekati, contohnya seperti jarak yang terlalu dekat atau juga perbedaan kecepatan yang signifikan, AEB akan memberikan peringatan kepada pengemudi melalui lampu peringatan visual atau suara.

Jadi, jika pengemudi tidak bereaksi atau bereaksi terlambat, sistem akan mengambil alih kendali dan melakukan pengereman secara otomatis untuk menghindari atau meminimalkan dampak tabrakan.

Cara Kerja AEB

AEB menggunakan sensor radar dan kamera untuk mendeteksi objek di depan mobil, dan kemudian menggunakan pengereman untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan mobil sebelum terjadi tabrakan.

AEB bekerja dengan cara berikut:

  • Terdapat sensor radar dan kamera di depan mobil yang dapat mendeteksi objek di depan mobil.
  • Jika AEB mendeteksi potensi tabrakan, ia akan mengirimkan sinyal ke komputer mobil.
  • Komputer mobil akan menghitung jarak dan kecepatan mobil, serta jarak dan kecepatan objek di depan mobil.
  • Jika komputer mobil menentukan bahwa ada potensi tabrakan, ia akan memerintahkan sistem pengereman untuk bekerja.
  • Sistem pengereman akan mengerem mobil secara otomatis.
  • AEB dapat mengurangi kecepatan atau menghentikan mobil sebelum terjadi tabrakan.

Oleh karena itu, jika kalian mencari mobil baru, penting untuk mempertimbangkan mobil yang dilengkapi AEB. Alat ini dapat membantu kalian tetap aman di jalan raya.

Artikel Terkait: Tips Mengatasi Kebiasaan Menggunakan Gadget Saat Berkendara

Manfaat AEB dalam Keamanan Berkendara

Teknologi Autonomous Emergency Braking (AEB) memiliki manfaat yang signifikan dalam meningkatkan keamanan berkendara dengan mengurangi risiko tabrakan dan dampak kecelakaan.

Berikut adalah beberapa manfaat utama AEB dalam keamanan berkendara yang perlu kalian ketahui:

1. Menghindari Tabrakan

AEB dapat mendeteksi potensi tabrakan dengan kendaraan di depan dan mengambil tindakan pengereman otomatis untuk menghindari benturan.

Dengan begitu, dapat mengurangi risiko tabrakan frontal yang sering kali terjadi akibat ketidakperhatian pengemudi atau situasi darurat.

2. Meminimalkan Dampak

Jika tabrakan tidak dapat dihindari sepenuhnya, AEB dapat mengurangi kecepatan kendaraan sebelum tabrakan terjadi.

Ini membantu meminimalkan dampak fisik dan kerusakan pada kendaraan, pengemudi, dan penumpang.

3. Pencegahan Tabrakan Belakang

AEB juga efektif dalam mencegah tabrakan dari belakang.

Teknologi ini dapat mendeteksi situasi di mana kendaraan di belakang kalian berhenti mendadak atau bergerak lambat, dan melakukan pengereman otomatis untuk menghindari tabrakan.

4. Respons Lebih Cepat

AEB merespons dengan sangat cepat, bahkan dalam situasi di mana pengemudi mungkin tidak sempat bereaksi dengan cepat.

Ini membantu dalam mengatasi keterbatasan reaksi manusia dan menghindari kecelakaan.

5. Keamanan Pejalan Kaki dan Pengendara Sepeda

Beberapa sistem AEB juga dapat mendeteksi pejalan kaki atau pengendara sepeda di sekitar kendaraan.

Hal ini membantu mengurangi risiko tabrakan dengan pengguna jalan yang lebih rentan.

6. Meningkatkan Kesadaran Pengemudi

Peringatan visual atau suara yang diberikan oleh AEB dapat membantu mengingatkan pengemudi tentang situasi berbahaya di depan.

Jadi ini dapat membantu pengemudi untuk lebih fokus dan waspada saat mengemudi.

7. Reduksi Kecelakaan Lalu Lintas

Dengan mengurangi risiko tabrakan dan dampak kecelakaan, fitur ini berkontribusi pada mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas dan cedera yang terkait.

8. Mengurangi Kecelakaan Serius

Dalam banyak kasus, AEB dapat mengubah kecelakaan yang mungkin berakhir fatal menjadi benturan yang lebih ringan atau bahkan dihindari sama sekali.

9. Mendukung Pemimpin Industri Keamanan

Dengan adopsi teknologi ini oleh produsen otomotif terkemuka, AEB menjadi langkah nyata menuju visi kendaraan otonom yang lebih aman.

Kesimpulan

Dalam dunia yang terus bergerak menuju mobilitas yang lebih aman, teknologi Autonomous Emergency Braking (AEB) telah membuktikan nilainya sebagai pilar utama dalam mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Dengan kemampuan untuk mendeteksi potensi tabrakan dan merespons dengan cepat, AEB mengubah dinamika keselamatan berkendara. Dari menghindari tabrakan hingga meminimalkan dampak, alat ini mewakili perpaduan antara teknologi canggih dan perhatian terhadap kemanusiaan.

Keberadaannya telah membawa dunia kendaraan lebih dekat pada visi jalan raya yang lebih aman, menjaga pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lainnya dalam perlindungan maksimal.

Oleh karena itu, alat ini sangat penting dalam menciptakan masa depan mobilitas yang lebih aman dan bertanggung jawab.