Sirquit – Kehadiran fitur Electronic Brakeforce Distribution (EBD) pada mobil menjadi salah satu aset penting dalam meningkatkan keselamatan berkendara.

Teknologi ini memiliki peran penting dalam meningkatkan stabilitas pengereman, kontrol kendaraan, dan keselamatan saat mengemudi. Sistem pengereman biasa terkadang sering mengalami ketidakseimbangan pada tekanan pengereman di berbagai roda.

Jadi, hal ini dapat menyebabkan roda tertentu bisa terkunci, pada akhirnya dapat mengurangi kontrol pengemudi dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Tentu hal ini sangat membahayakan.

Dengan adanya fitur Electronic Brakeforce Distribution pada mobil, kalian tidak perlu khawatir lagi. EBD dapat bekerja untuk mengatasi masalah ini dengan mendistribusikan tekanan pengereman dengan cara yang lebih cerdas dan dinamis.

Apa itu Electronic Brakeforce Distribution?

Electronic Brakeforce Distribution (EBD) adalah sistem keselamatan mobil yang secara otomatis memvariasikan jumlah gaya pengereman yang diberikan ke masing-masing roda. EBD adalah subsistem dari anti-lock braking system (ABS) dan electronic stability control (ESC).

Singkatnya, EBD ini merupakan fitur pengereman yang dapat menstabilkan kekuatan gaya dari pengereman di setiap roda mobil. Dengan begitu, teknologi ini dapat memberikan pengereman yang lebih kuat dan efisien. terutama dalam keadaan darurat.

Jadi, besarnya tekanan pengereman pada setiap roda dapat berbeda tergantung pada setiap kondisi jalan, beban, dan juga kecepatan kendaraan.

Oleh karena itu, manfaat Electronic Brakeforce Distribution pada mobil sangat besar, terutama untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan kenyamanan kalian saat berkendara.

Cara Kerja Electronic Brakeforce Distribution

Cara Kerja Electronic Brakeforce Distribution

Sumber: canva.com

Cara kerja EBD adalah dengan menggunakan sensor untuk mendeteksi berat kendaraan yang didistribusikan ke masing-masing roda.

Jadi, jika sensor mendeteksi bahwa lebih banyak berat pada satu set roda daripada yang lain, EBD akan mengurangi tekanan rem pada roda yang tidak dibebani dan meningkatkan tekanan rem pada roda yang dibebani.

Sensor-sensor mengirimkan data ke unit kendali atau modul EBD. Data ini dianalisis untuk memahami kondisi pengereman saat ini, termasuk adanya potensi tergelincir, pergeseran berat, dan permukaan jalan.

Berdasarkan data, modul EBD melakukan perhitungan untuk menentukan seberapa banyak tekanan pengereman yang harus diterapkan pada setiap roda. Tujuannya adalah untuk mencegah terkuncinya roda atau penguncian roda (wheel lock-up) yang dapat mengurangi stabilitas kendaraan.

Setelah perhitungan, modul EBD mengendalikan solenoid-solenoid pengereman di setiap roda melalui sistem pengereman ABS. Jadi, solenoid-solenoid ini dapat  mengontrol aliran cairan pengereman ke setiap roda.

Dengan bantuan solenoid-solenoid, modul EBD memastikan bahwa tekanan pengereman yang optimal diterapkan pada masing-masing roda. Tekanan ini dapat disesuaikan secara dinamis berdasarkan informasi yang terus-menerus diperbarui dari sensor-sensor.

Oleh karena itu, selama proses pengereman, sistem EBD terus memantau data dari sensor-sensor. Jika ada perubahan kondisi, seperti pergeseran berat tiba-tiba atau adanya gesekan rendah di salah satu roda, EBD dapat mengubah distribusi tekanan pengereman untuk memastikan pengereman yang optimal dan stabil.

Artikel Terkait: Apa itu Adaptive Cruise Control?

Komponen EBD

EBD memiliki beberapa komponen yang memiliki peran sentral dalam mengoptimalkan sistem pengereman pada sebuah kendaraan, yaitu:

1. Sensor kecepatan roda

Sensor kecepatan roda adalah sensor yang mendeteksi kecepatan masing-masing roda.

Jadi, sensor ini biasanya berupa sensor Hall Effect yang mendeteksi perubahan medan magnet.

2. ECU

ECU adalah unit kontrol elektronik yang mengatur distribusi gaya rem.

Kemudian, ECU akan menerima sinyal dari sensor kecepatan roda dan menghitung gaya pengereman yang masing-masing roda perlukan.

3. Katup solenoid

Katup solenoid adalah katup yang berguna untuk mengatur aliran minyak rem ke masing-masing roda.

Lalu katup ini akan dibuka atau ditutup oleh ECU untuk menyesuaikan aliran minyak rem ke masing-masing roda.

Itulah pengertian dari Electronic Brakeforce Distribution atau EBD. Saat ini, EBD umumnya menjadi bagian dari sistem pengereman yang lebih luas, seperti ABS (Anti-lock Braking System) dan ESC (Electronic Stability Control).

Teknologi ini adalah contoh bagaimana sistem-sistem otomotif semakin pintar dan berkontribusi pada keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara yang lebih baik.